Senin, 06 Mei 2013

MASALAH MEMBER JKT48 KELUAR

JKT48 kembali kehilangan member mereka, setelah sebelumnya Neneng Rosdiana alias Ochi memutuskan untuk keluar (baca: graduate/lulus) karena masalah finansial, kali ini salah satu bintang dari JKT48 yaitu Cleo ikut-ikutan mengundurkan diri dari sister grup AKB48 tersebut. Namun bedanya, kalau kelulusan Ochi diterima dengan lapang dada oleh para member, staff dan fans JKT48, kelulusan Cleo seakan menimbulkan ketegangan antara ketiga elemen penting dari idol group tersebut.

Awal ketegangan dimulai ketika Cleo mengumumkan kelulusan/pengunduran dirinya melalui akun twitter-nya. Dari kicauan yang ia buat pada hari itu secara tersurat Cleo menyatakan alasannya mundur adalah karena tidak tahan dari tekanan yang diberikan para staff kepada dirinya.


Setelah pengumuman mundur melalui kicauan twitter tersebut akhirnya Cleo benar-benar mundur dari idol group JKT48. Tapi berbeda dengan kelulusan Ochi yang terkesan adem ayem tanpa ada berita miring apapun, berita kelulusan Cleo ini menjadi santapan media yang penasaran dengan statement-nya yang berbunyi "Karna Cleo sudah sangat tertekan dengan perlakuan beberapa staff official JKT48".

Akibat statement-nya tersebut nama Cleo menghiasi acara-acara berita selebriti tanah air, dan benar, berdasarkan wawancara yang dilakukan Cleo dengan beberapa media ia menjelaskan alasan mengapa ia memilih mundur sebagai member JKT48 antara lain adalah karena tekanan dari para staff, dirinya yang tidak disukai oleh staff serta menjadi korban bullying member lainnya.

Cleo juga mempermasalahkan staff (JOT) yang memberikannya job berlebihan sehingga ia kesulitan menjalani kehidupan kuliahnya. Cleo pernah mengatakan bahwa padatnya jadwal manggung on/off air hingga theater JKT48 yang dirasanya "dipaksakan" para staff pada dirinya membuat ia sering bolos kuliah.

Selain itu dirinya yang seharusnya 'diperlakukan spesial' karena saat ia audisi Aki-P, sang pemilik Project48 memberinya bintang dua, yang berarti ia seharusnya mendapatkan posisi centre.


Well, untuk informasi. Posisi centre dan leader dalam Project48 manapun ini berbeda. Leader adalah sosok yang sering melakukan MC pada saat tampil atau pun acara-acara lainnya, sedangkan centre adalah sosok yang berdiri paling depan dalam setiap penampilan Project48.

Cleo beralasan salah satu alasan yang membuat ia tidak nyaman berada di JKT48 ialah kehadiran para staff yang ia anggap tidak menyukai dirinya. Cleo menganggap ucapan "Kalau kamu bukan pilihan langsung dari Aki-P, kamu sudah saya eliminasi dari tadi" itu sebagai bukti ketidaksukaan staff terhadap dirinya.

Ditambah lagi ketika ia menerima berita kemalangan melalui telefon, staff memarahinya tanpa memikirkan perasaan Cleo yang sedang sedih karena adiknya yang sedang sakit.

Bisa jadi benar staff tersebut memang membencinya, bisa jadi staff tersebut hanya ingin menguji Cleo.

Kenapa?

Mendapatkan bintang dua langsung dari Aki-P sendiri seakan membuktikan betapa tingginya harapan Akimoto-sensei pada diri Cleo. Mungkin saja staff ingin memberikan 'ujian' bagi Cleo, karena kalau benar ke depannya Cleo akan menjadi centre maka tekanan yang datang dari fans dan (mungkin) member lainnya akan menjadi sangat berat kalau Cleo tidak terbiasa berada dalam situasi tertekan.


"Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa"

Seperti peribahasa diatas, ada kemungkinan staff yang menunjukkan 'ketidaksukaannya' kepada Cleo hanya ingin Cleo menjadi kuat, baik secara fisik maupun mental. Karena jadwal tampil JKT48 tidak seperti artis-artis lainnya, mereka dituntut harus bisa tampil dalam performa puncak setiap hari, setiap saat. Apabila Cleo benar-benar menjadi centre dan gampang goyah (baik secara fisik maupun mental) maka akan menurunkan performa JKT48 secara keseluruhan. Karena posisi centre akan menjadi posisi yang mendapatkan porsi perhatian media paling besar.

Jelek-jeleknya, bila memang si oknum staff tersebut memang tidak menyukai Cleo, bukan berarti semua staff JKT48 juga tidak menyukai Cleo. Pasti ada staff yang menyukai dia maupun yang biasa saja. Kalau pun benar oknum staff tersebut tidak menyukainya seharusnya Cleo tidak ambil pusing, karena yang bisa men-shuffle member Project48 adalah Aki-P dan member itu sendiri.

Melody, Rena, Ayana, Cleo
(sumber)
Selain tekanan dari staff, Cleo juga menyatakan bahwa ia kerap menjadi 'korban' bullying member lainnya. Well, mengingat Cleo yang saat audisi telah 'dijanjikan' posisi center oleh Aki-P pasti menimbulkan aroma persaingan diantara para member. Member lainnya pasti pernah (atau bahkan masih) berpikiran "kenapa harus Cleo yang menjadi center? Kenapa bukan aku?", hal ini bisa secara langsung maupun tidak langsung membuat si (oknum) member terlihat di mata Cleo sebagai tindakan bullying (baik dari perbuatan maupun perkataan).

Persaingan dalam idol group pasti terjadi, apalagi dalam memperebutkan posisi center yang secara tidak langsung membuktikan bahwa member yang jadi center adalah member terbaik saat itu (atau di lagu tertentu). Tentunya bintang dua yang diberikan Aki-P pada awal audisi tidak menjadi patokan mati bahwa ia akan selalu berada di barisan terdepan JKT48 dalam setiap penampilannya. Ada kalanya member lain lebih bersinar di saat atau lagu tertentu.

Satu hal yang harus diingat, posisi center itu tidak ditentukan oleh member, posisi center ditentukan oleh manajemen dengan berbagai pertimbangan. Bahkan Atsuko Maeda yang berjuluk "The face of AKB" pernah tiba-tiba digantikan oleh Matsui Jurina di lagu "Oogoe Diamond". Padahal Maeda adalah salah satu member AKB48 dengan fans terbanyak.

Matsui Jurina & Atsuko Maeda

Padahal posisi centre tidak selalu memberikan kenikmatan. Rasa 'kebencian' dari fans yang oshi-nya gagal menjadi center bisa memberikan tekanan yang hebat bagi sang center. Lagi-lagi faktor mental disini dibutuhkan agar ia bisa menjawab 'kebencian' para haters tersebut dengan membuktikan bahwa ia pantas mengisi posisi center.

Belum lagi member yang mendapatkan posisi center akan terus dituntu manajemen untuk memberikan segala kemampuan mereka, jika mereka gagal menampilkan performa yang bagus atau ada member lain yang lebih bersinar maka posisi center dapat direbut member lain. Ini adalah salah satu sistem di Project48 yang bisa dibilang 'kejam' bagi semua member, dimana mereka selalu dituntut berada dalam performa terbaik atau menjadi seorang center hanya menjadi angan.

Pada akhirnya keputusan Cleo mengundurkan diri 'hanya' karena tidak tahan terhadap perlakuan staff dan member lain yang ia anggap tidak menyukainya bisa dibilang menghancurkan harapan Aki-P. Yap, bintang dua yang diberikan Aki-P padanya pasti karena ia melihat bakat besar yang dimiliki Cleo, kalau saja Cleo memilih untuk 'membungkam' semua yang tidak menyukainya dengan penampilan yang mengesankan, bukan tidak mungkin (oknum) staff maupun member yang ia klaim tidak menyukainya malah menjadi pendukungnya.

Keputusannya mundur dengan (sebagian fans mengatakan) menjelek-jelekkan nama JKT48, baik staff maupun member lainnya mungkin bisa dibilang sebagai drama antara Cleo vs JKT48. Tapi sebagai fans yang baik, seyogyanya para wota mendukung JKT48 dengan cara yang 'pintar', bukan dengan cara-cara yang malah dapat menjatuhkan nama JKT48 kedepannya.

Mungkin member lainnya dapat belajar dari pengalaman Cleo ini, bahwa tidak semua yang dilihat dan dirasakan secara pribadi itu benar adanya. Apalagi bila kelak mendapatkan posisi sebagai member yang sekaligus menjadi posisi paling banyak disorot dan dikomentari, baik komentar positif maupun komentar negatif. Para fans juga tak boleh terbutakan 'cinta' mereka kepada oshi mereka, karena setiap member memiliki keunikan masing-masing dan kesempatan yang sama selama mereka mau memberikan yang terbaik bagi JKT48 dan fans mereka.

Ada baiknya para fans dan member melihat perjalanan awal Atsuko Maeda di AKB48. Dari seorang gadis biasa menjadi sosok center tak tergoyahkan hingga mendapatkan julukan "The Face of AKB".

Atsuko Maeda

Atsuko Maeda atau Acchan pada awalnya bukanlah sosok yang begitu dominan di AKB48. Ia memutuskan ikut audisi AKB48 saat melihat poster audisinya, meskipun begitu Acchan tidak berani menghadiri audisi. Hal ini karena pada awalnya Acchan merupakan gadis pemalu. Ia pun akhirnya memberanikan ikut audisi setelah ditemani oleh ibunya, lucunya Acchan malah ingin mundur setelah melihat banyaknya gadis yang mengikuti audisi tersebut.

Meskipun berhasil lulus bersama 23 gadis lainnya, Maeda merasa tertekan dengan salah satu staff, dia adalah Natsu-sensei, koreografer AKB48 yang tidak segan-segan memecat siapa pun yang tidak memenuhi standarnya. Kata-kata favorit Natsu-sensei adalah "Jika kamu tidak kuat, maka keluar!". Kata-kata tersebut mau tak mau memaksa kedua-puluh-empat gadis tersebut (termasuk Acchan) untuk selalu berada di performa terbaik.

Pada saat lagu "Sakura no Hanabiratachi" hanya lima orang yang mendapatkan mikrofon dan Acchan salah satunya. Tapi suasana antar member saat itu lebih sebagai rival daripada seorang teman, dan hal ini menyulitkan Acchan yang saat itu masih pemalu dan tidak memiliki rasa percaya diri, namun ia selalu bekerja keras. Bahkan Acchan selalu menambah porsi latihannya meskipun latihan telah usai.

Sampai saat itu ia sama sekali tidak dipedulikan oleh Aki-P.

*semacam mirip dengan Cleo, tapi Cleo lebih beruntung karena langsung menarik minat Aki-P

Ketika memasuki 2nd stage kondisi baru mulai berubah. Natsu-sensei mengumumkan akan ada posisi center. Dan Acchan menjadi center di lagu "Nagisa no Cherry", namun hal ini tidak disukai Acchan dan ia malah membenci posisi center. Semua karena para member saling menganggap bahwa mereka adalah saingan. Member dengan seumuran dengan Acchan seperti Minegishi Minami dan Hiroshima Natsumi yang harus menari dibelakang Acchan mungkin berpikir "mengapa harus Acchan? Mengapa bukan aku?".

Semua hal tersebut membuat Acchan tertekan, baik dari staff maupun member lainnya. Hingga akhirnya Aki-P mengumpulkan mereka semua dan menyuruh para member untuk mengungkapkan isi hati mereka dengan sejujurnya. Hal ini merupakan langkah brilian dari Aki-P, akhinya para member mengungkapkan isi hati mereka, ada yang mengatakan "aku tidak ingin berada dibelakang Acchan" dan tentu saja Acchan menjawab "Saya tidak ingin menyanyikan 'Nagisa no Cherry' (sebagai center)" sambil menangis. Jawaban Acchan ini membuat semuanya tertawa dan para member menjadi semakin bebas mengutarakan isi hati mereka ke sesama member.

Semenjak saat itu Acchan mulai berkembang menjadi idol yang disukai banyak orang. Meskipun saat itu ia masih berusia 16 tahun, masih memiliki banyak masalah pribadi dan sering mengatakan "tidak" pada semuanya (desakan manajemen), namun Acchan tetap memberikan penampilan terbaiknya dalam event apapun. Hal itu yang menjadikan sosok Acchan menjadi Acchan yang kita kenal sekarang. Ia mengatakan bahwa perkataan Natsu-sensei lah yang menjadi pegangannnya selama mengarungi dunia idol

"Tidak ada rahasia dalam bekerja keras selain tetap bekerja keras!"

(Natsu-sensei)
 
------------------------------------------------

Melihat cerita perjuangan Acchan di masa awal ia meniti karir di AKB48 seakan mirip dengan apa yang dilalui Cleo di JKT48. Yap, JKT48 memang baru setahun berjalan, namun dengan tingginya animo masyarakat JKT48 sebenarnya belum pernah benar-benar mengalami kesulitan mendapatkan penonton. Bandingkan theater pertama AKB48 yang hanya didatangi tujuh orang dengan theater pertama JKT48 yang full-house.

Bagi manajemen ini mungkin sebuah keuntungan, karena JKT48 dengan mudahnya mendapatkan simpati masyarakat. Namun sisi buruknya ialah (mungkin) kurangnya rasa menghargai fans dari sang idol maupun menepikan rivalitas antar member.

Karena memang belum pernah terdengar para member mengungkapkan isi hati mereka dengan sejujur-jujurnya di hadapan para member maupun staff, kebanyakan (atau yang terpublikasikan?) mengumbar perasaan mereka melalui media maupun socmed. Atau mungkin akibat 'budaya' orang Indonesia yang lebih banyak memendam perasaan daripada mengungkapkannya?

Ada baiknya para member selalu mengutarakan perasaan mereka kepada tiap member secara jujur. Selain bisa meminimalisir kesalahpahaman antar member, bisa jadi member yang lain memiliki opini maupun solusi tentang permasalahan yang mungkin dialami member.

Soal staff sebaiknya para fans tidak terlalu 'menekan' mereka. Karena para staff (JOT) kemungkinan sudah di-setting agar selalu bertindak 'kejam' kepada para member demi suksesnya sebuah show. Ingat, staff bukan tim pendukung keberhasilan satu atau dua orang member, tapi staff adalah pendukung keberhasilan dan kepopuleran JKT48 secara umum.

Juga para fans jangan terlalu mendukung oshi-nya secara 'buta'. Jika memang oshi kalian memiliki salah, maka berikanlah saran maupun dukungan agar ia bisa memperbaiki kesalahannya, bukan dengan cara mendukung secara buta meskipun kalian tahu ia melakukan kesalahan. Karena bukan hanya para member yang dituntut berkembang disini, para fans (baik secara sikap dan perkataan) diharapkan bisa membangun member yang didukungnya secara khusus dan JKT48 secara umum.

Keluarnya Ochi dan Cleo memang pantas disesali, tapi bukan berarti kita dapat menghina-hina staff, member maupun fans lain hanya karena kita tidak dapat menerima kenyataan bahwa Ochi dan Cleo keluar dari JKT48.

Karena JKT48 adalah keluarga, keluarga dari AKB48, keluarga Project48 dimana semua yang terlibat disana (member, manajemen/staff dan fans) menjadi satu dan dapat berinteraksi secara 'keluarga' satu sama lain. Bukan seperti artis kebanyakan yang posisinya berada 'diatas' fans.


KEEP CALM
AND
SUPPORT
JKT48
Sumber : http://faridazroel.blogspot.com/2012/12/cleo-tekanan-staff-dan-member-bukan-hal.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar